Sabtu, 23 April 2016

TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2

Karangan Ilmiah

Judul Karya Ilmiah : Pengaruh Sampah terhadap Lingkungan

BAB I
PENDAHULUAN
1.2  Latar Belakang
  Sampah adalah suatu barang yang sudah tidak terpakai lagi dan tidak di gunakan lagi. Apabila tidak di tangani dengan benar akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sumber berbagai penyakit, penyumbatan saluran air dan juga dapat menyebabkan banjir. Seiring berjalannya waktu maka di temukanlah cara untuk menanggulangi sampah. Kalau dulu sampah hanya di biarkan sampai menimbulkan bau tak sedap, sekarang sampah di manfaarkan menjadi sumber penghasilan. Misalnya, sampah organik yaitu : sampah sisa-sisa makanan di jadikan kompos, pupuk dll. Sedangkan sampah anorganik diantaranya sampah plastik di jadikan kerajinan tangan atau di daur ulang.

1.3 Rumusan Masalah
  Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah karya tulis ilmiah ini adalah “ Bagaimana pengaruh sampah terhadap lingkungan?”.

1.4 Tujuan Penulisan
  • Mengetahui jenis dan sifat sampah
  • Mengetahui manfaat pengolahan sampah
  • Mengetahui pengaruh sampah terhadap lingkungan

1.5  Manfaat Penulisan
  • Masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan.
  • Banyak kreativitas yang di hasilkan oleh masyarakat
  • Lingkungan menjadi bersih dan nyaman
BAB II
JENIS – JENIS SAMPAH

  Sampah sangatlah lekat dengan kita, dimana pun kita berada pastilah kita menemui sampah. Berdasarkan bahan dasar dan kandungan yang terdapat di dalamnya sampah di bagi menjadi tiga:

2.1. Sampah Organik
  Sampah organik adalah sampah yang dapat diurai, yang mudah membusuk. Sampah ini termasuk sampah basah yang dapat diolah menjadi kompos.
Contoh sampah organik adalah :
  • Sisa makanan
  • Sayuran
  • Dedaunan dan sebagainya
2.2. Sampah Anorganik
  Sampah anorganik adalah sampah yang tidak terurai, yang tidak dapat membusuk. Sampah ini termasuk sampah kering yang dapat di jadikan sampah komersial atau sampah yang laku di jual kembali untuk diolah kembali menjadi barang yang bisa di gunakan lagi.
Contoh sampah anorganik adalah :
  • Plastik
  • Kertas
  • Gelas atau kaca
  • Botol
2.3. Sampah Berbahaya
  Sampah Berbahaya adalah sampah yang beracun penyabab infeksi, mempunyai sifat korosif. Korosif adalah sifat suatu subtansi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memeroleh dampak negatif. Sampah ini biasanya berasal dari limbah pabrik yang merusak sungai setempat karena memiliki racun. Sampah ini sangat memengaruhi linkungan dan mengakibatkan kerusakan yang merugikan bagi kehidupan makhluk hidup.
Contoh sampah berbahaya adalah :
  • Logam 
  • Pestisida
  • Zat kimia
  • Sisa perindustrian
BAB III
CARA PENGOLAHAN SAMPAH

  Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan dari material sampah. Hal ini biasanya dihasilkan dari kegiatan manusia, dan dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan. Pengelolaan ini melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif. Praktek pengelolaan sampah berbeda  antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan, berbeda juga  perumahan dan industri. sampah yg tidak berbahaya dari pemukiman dan di daerah perkotaan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah. Metode ini  berbeda-beda tergantung banyak hal, diantaranya tipe zat sampah, tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area. Dan caranya dibagi rata dengan jenisnya, dari sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya.

3.1 Pengolahan Sampah Organik
  Sampah organik tergolong sampah yang gampang busuk.seperti sisa makanan, dedaunan dan masih banyak lagi. Sebenarnya sampah jenis ini masih bisa kita manfaatkan lagi. Asalkan kita tahu kegunaan dan juga cara mengolahnya. Jenis sampah organik bisa kita manfaatkan lagi menjadi pupuk kompos. Karena sampah organik berasal dari makluk hidup. Pengomposan yaitu zat tanaman, sisa makanan atau kertas, bisa diolah dengan menggunakan proses biologis. Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik ini adalah Green Bin Program (program tong hijau) yaitu seluruh  sampah organik  dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.

3.2 Pengolahan Sampah Anorganik
  Sampah anorganik sebaiknya kita daur ulang kembali. Jangan membuangnya secara sembarangan, karena jenis sampah ini tidak mudah untuk hancur. Kita memerlukan kreatifitas tinggi untuk mengubah sampah tersebut menjadi suatu barang yang mempunyai nilai beda. Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang. Ada beberapa cara daur ulang, pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi. Kedua mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang.Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum, kaleng baja makanan atau minuman, kertas, koran, majalah, dan kardus. Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

3.3 Sampah Berbahaya
  Tahap penanganan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari rumah tangga dimulai dari pemilahan. Sampah B3 harus dipilah dan dipisahkan dari sampah organik dan anorganik. Kemudian sampah B3 yang sudah terkumpul dimasukkan dalam wadah yang aman. Pastikan  menggunakan sarung tangan saat melakukannya. Selanjutnya,  jika penganangan sampah B3 dilakukan secara terkoordinasi dengan warga masyarakat di perumahan sekitar, maka tahap selanjutnya adalah dengan pewadahan dan pengumpulan besar, pengangkutan dan penyimpanan sementara. Semuanya harus dilakukan dengan metode pengelolaan sampah B3 yang sesuai dengan aturan pemerintah dan anjuran ahli. Dalam menyikapi sampah B3 Sebagai warga juga konsumen perlu memiliki peran yang baik. Usahakan mengurangi konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya beracun, dan lebih memilih produk ramah lingkungan. Kita juga bisa memperpanjang umur dengan memakai suatu produk dengan pemakaian yang bijak. Misalnya dengan merawat baterai alat elektronik agar awet atau menghemat penggunaan bahan pembersih. Perlu diketahui juga bahwa produsen memegang peran yang sama pentingnya. Produsen wajib mencantumkan material yang dikategorikan sebagai kandungan berbahaya ataupun beracun pada semua produknya. Tujuannya agar konsumen tahu cara penanganannya. Produsen juga memiliki kewajiban untuk melakukan upaya-upaya yang dirasa perlu untuk mengolah produk tersebut setelah digunakan. Dan jika terjadi pencemaran lingkunga, produsen wajib bertanggung jawab untuk memulihkannya. Dengan mengetahui apa itu sampah B3 dan peran apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulanginya, semoga keluarga dan lingkungan kita tetap sehat dan aman untuk selamanya.

BAB IV
PENUTUP

4.1  Simpulan
  Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
  Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

4.2  Saran
  Cara pengendalian sampah yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Selain itu diperlukan juga kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai lingkungan, Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya alam ini.
  Sebaiknya setiap rumah tangga melakukan pembuangan sampah dengan cara memilahkan sampah sesuai jenisnya. Agar pihak TPA(tempat pembuangan akhir) mudah untuk dijadikan sesuai kebutuhan

Karangan Semi Ilmiah

EKSISTENSI BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

Eksistensi Bahasa Indonesia Pada era globalisasi sekarang ini, jati diri bahasa Indonesia perlu dibina dan dimasyarakatkan oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia. Pengaruh alat komunikasi yang begitu canggih harus dihadapi dengan mempertahankan jati diri bangsa Indonesia, termasuk jati diri bahasa Indonesia. Ini semua menyangkut tentang kedisiplinan berbahasa nasional, pemakai bahasa Indonesia yang berdisiplin adalah pemakai bahasa Indonesia yang patuh terhadap semua kaidah atau aturan pemakaian bahasa Indonesia yang sesuai dengan situasi dan kondisinya. Disiplin berbahasa Indonesia akan membantu bangsa Indonesia untuk mempertahankan dirinya dari pengaruh negatif asing atas kepribadiannya sendiri. Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya. Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran. Pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, dan kemampuan memperluas wawasan. Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan mutu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia sudah berusia ± 80 tahun. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, dalam rentang usia tersebut idealnya sudah mampu mencapai tingkat kematangan dan kesempurnaan, sebab sudah banyak merasakan lika-liku dan pahit-getirnya perjalanan sejarah. Untuk menggetarkan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, pemerintah telah menempuh politik kebahasaan, dengan menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan bernada pesimis justru bermunculan. Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestasi tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi? Mampukah bahasa Indonesia bersikap luwes dan terbuka dalam mengikuti derap peradaban yang terus gencar menawarkan perubahan dan dinamika? Masih setia dan banggakah para penuturnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang efektif di tengah-tengah perubahan dan dinamika itu? Jika kita melihat kenyataan di lapangan, secara jujur harus diakui, bahasa Indonesia belum difungsikan secara baik dan benar. Para penuturnya masih dihinggapi sikap inferior (rendah diri) sehingga merasa lebih modern, terhormat, dan terpelajar jika dalam peristiwa tutur sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulis, menyelipkan setumpuk istilah asing, padahal sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, beberapa kaidah yang telah dikodifikasi dengan susah-payah tampaknya belum banyak mendapatkan perhatian masyarakat luas. Akibatnya bisa ditebak, pemakaian bahasa Indonesia bermutu rendah: kalimatnya rancu dan kacau, kosakatanya payah, dan secara semantik sulit dipahami maknanya. Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007). Melihat persoalan di atas, tidak ada kata lain, kecuali menegaskan kembali pentingnya pemakaian bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar. Hal ini –disamping dapat dimulai dari diri sendiri- juga perlu didukung oleh pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan kemampuan bersastra. Aktivitas membaca merupakan awal dari setiap pembelajaran bahasa. Dengan membaca, masyarakat khususnya pelajar yang menyandang gelar kaum intelektual dilatih mengingat, memahami isi bacaan, meneliti kata-kata istilah dan memaknainya. Selain itu, pelajar juga akan menemukan informasi yang belum diketahuinya.

Karangan Non-Ilmiah

[Cerpen] Cintaku Sempurna dalam Ta’aruf

Pagi ini Meta sangat tergesa-gesa menuju kampus setelah menyiapkan sekotak makanan yang akan dibawanya untuk diberikan kepada seseorang.
“Ta, kamu sudah mau berangkat?” Tanya Dina seorang teman kosnya.
“Iya din, sudah telat. Aku berangkat dulu ya. Assalamuallaikum.” Sambil tergesa-gesa membawa buku dan sekotak nasi yang telah dia siapkan.
“Hati-hati ya, wa’allaikumsalam.” Teriak Nadin, dan Dina dari dalam kamar.
Baru saja ketika dia keluar, di depan pintu kos, telah ada seseorang laki-laki yang sedang berdiri, menunggunya di depan.
“Assalamuallaikum Meta.” Salam Riko, sambil tersenyum.
“Wa’allaikumsalam. Kak Riko ada apa pagi seperti ini sudah disini?”
“Aku tadi kebetulan lewat, karena ingat kamu hari ini juga ada jadwal kekampus pagi, jadi aku bermaksud mengajak kamu berangkat bersama. Bagaimana?” Dengan nada malu Riko menungkapkan maksudnya itu.
“Maaf Kak, bukan Meta menolak, hanya saja Meta sedang ada urusan, tidak langsung kekampus.” Jawabnya dengan sopan.
“Aku bisa antar kok sekalian. Memang urusannya dimana?”
“Tidak perlu repot-repot kak. Terimakasih kak Riko sudah bermaksud baik, hanya saja urusanku ini privasi. Maaf sekali kak.” Jawabnya dengan nada menolak sopan.
“Iya deh, kamu hati-hati di jalan.” Nada kecewa Riko yang memang sudah sengaja menunggu Meta agar mampu berangkat ke kampus bersama.
Riko memang telah lama menyukai Meta, mungkin karena Meta berbeda dengan wanita yang selama ini dia temui. Riko selalu berhasil membuat semua perempuan memuja dirinya. Pesona Riko mampu meluluhkan hati banyak wanita. Namun pada Meta semua itu tidak berlaku. Setiap hari Riko selalu berusaha untuk mendekati Meta dengan segala alasan, tapi setiap kali itu juga Riko ditolak oleh Meta. Namun itu bukan membuat Riko lantas mundur dan pupus harapan justru Riko semakin penasaran dengan Meta.
Dalam perjalanan Meta menuju kampus, dia berhenti didepan pintu gerbang kampus dan menghampiri seorang perempuan tua yang sedang duduk disana. dengan pakaian serba adanya nenek itu duduk sambil mengatungkan tangannya pada setiap orang yang lewat didepannya.
“Assalamuallaikum nek. Bagaimana kabar nenek hari ini? Nek, saya tadi buat nasi goreng dan ini masih ada untuk nenek, semoga nenek suka.” Katanya sambil tersenyum.
“Kok repot-repot bawakan makanan buat nenek, makasih ya nak. Pasti nenek makan.”
“Tidak repot kok nek. Semoga nenek suka. Saya permisi dulu ya nek, mau kuliah. Assalamuallaikum” sambil mencium tangan nenek itu.
Meta mengambil langkah panjang menuju kampus. Tanpa dia sadar Riko telah memperhatikan semua tindakan Meta. Riko yang dari depan kos Meta telah mengikutinya dari belakang semakin terpukau dengan tindakan Meta yang dilihatnya. Riko semakin tertarik kepada Meta.
Meta memang gadis yang cerdas, sopan dan budi pengertinya luhur. Tidak salah jika banyak orang menyukai Meta. Sebenarnya tidak hanya Riko yang telah mencoba untuk mendekati Meta tapi sudah beberapa lelaki, ada juga yang sudah menyatakan kesiapannya untuk meminang Meta. Namun tampaknya hati Meta memang telah memiliki seorang imam idaman.
Waktu semakin siang dan Riko telah bersiap didepan pintu untuk menunggu Meta yang keluar dari kelas.
“Assalamuallaikum Meta.”
“Wa’allaikumsalam kak Riko. Ada apa ya kak?”
“Kamu mau pulang sekarang? Bagaimana kalau pulang bersama aku? Kita makan dulu sebelum pulang? Aku ingin bicara sesuatu dengan kamu ta.”
“Maaf kak sebelumnya tapi ingin bicara tentang apa ya kak?”
“Aku tidak bisa bicara disini ta. Bagaimana kalau kita bicara sambil duduk ditaman belakang saja atau dikantin saja?”
“Maaf kak bukan Meta tidak menghargai ajakan kak Riko hanya saja Meta tidak bisa. Lagipula tidak enak juga kalo kita hanya berdua.” Katanya sambil tersenyum.
“Ditaman atau di kantinkan tempat umum ta, bukan cuma kita berdua yang ada disitu. Bagaimana kalau kita ngobrol dikantin saja sambil makan.”
“Kantin memang tempat umum kak, tapi ketika kak Riko ingin mengajak Meta untuk duduk bersama sebaiknya ajak juga satu orang yang bisa mengawasi kita kak.” Sambil tersenyum manis kepada Riko.
“Tapi ta, ini penting tidak bisa jika ada orang lain.”
“maaf kak, bukan maksud Meta mempersulit kak Riko yang ingin mengajak Meta ngobrol tapi Meta lebih takut Allah marah kak. Jika memang ada hal yang sangat penting bisa kak Riko sampaikan sekarang saja disini kak.” Sambil menatap kebawah.
“Tapi ta..”
“Silahkan kak Riko bicara disini jika tidak Meta akan ijin pulang terlebih dahulu kak.”
“Iya disini saja tidak apa, walaupun sebenaranya tempat ini tidak cocok untuk membicarakan hal pribadi seperti ini. Jadi begini ta, kamu juga pasti tahu bahwa sudah lama aku menyukai kamu. sudah lama aku mengagumi kamu ta, begitu mengagumi sampai aku tidak sadar dan tidak dapat untuk membedakan antara kagum atau rasa sayang. Aku tidak pernah sebelumnya merasakan perasaan seperti ini ta, rasanya sulit untuk diungkapkan. Setiap malam Cuma bayangan kamu yang terus aku pikirkan. Bahkan untuk mengatakan kepada kamu saja bagaimana perasaanku begitu sulit. Aku… Aku ingin mengatakan, mau tidak jika kamu jadi pacar ku?”
Seketika Meta tersentak, dia hanya diam. Untuk pertama kalinya Meta kaget mendengarkan ada seorang pria yang mengatakan perasaannya kepada Meta. Selama ini memang banyak laki-laki yang mencoba mendekati Meta, mengungkapkan perasaan kepada Meta namun belum ada laki-laki yang dengan beraninya mengatakan perasaannya langsung kedepan Meta seperti hari ini.
“Maaf kak sebelumnya, Meta tidak mengerti apa maksud kak Riko?”
“Masak kamu tidak mengerti ta, seperti yang kamu tahu, sudah lama aku menyukai dan mengamati kamu semenjak pertama kali aku bertemu dengan kamu. Aku telah merasa ada yang berbeda denganmu. Aku benar-benar serius dengan kamu ta.”
“Maaf kak bukan Meta berniat menyakiti hati kak Riko atau Meta lancang menolak kak Riko, hanya saja Meta tidak bisa kak.”
“Kenapa ta? Apa aku tidak pantas bersanding dengan kamu? Atau aku kurang tampan untuk kamu? Atau kurang kaya ta menurut kamu? atau apa ta?”
“Bukan seperti itu kak, Meta tidak pernah melihat seseorang karena tampan atau kaya. Karena bukan kaya atau tampan kak yang akan membawa Meta ke surga.”
“lantas apa ta?”
“Meta memang tidak berniat untuk pacaran kak. Karena menurut islam sendiri memang tidak ada yang namanya pacaran kak, yang ada dalam islam adalah ta’aruf. Jika memang seorang laki-laki telah menyatakan keseriusannya kepada seorang wanita maka akan jauh lebih baik jika mereka berdua dita’aruf untuk menghindari hal yang memang tidak diinginkan, itu juga dimaksudkan untuk menghindarkan dari fitnah.“
“Hah? Ta.. Ta’aruf?” Nadanya bingung.
Sambil tersenyum dia menjelaskan.”Ta’aruf itu jalan untuk mengenali seorang wanita dengan aturan-aturan didalamnya. Cara perkenalan itu dilakukan dengan meminta bantuan seorang perantara yaitu dari pihak wanita misalnya ayah, kakak laki-laki atau adik laki-laki dari si wanita.”
“Tapi ta apakah untuk saling mengenal saja harus begitu sulit? Kini jaman sudah begitu maju ta, ini bukan lagi jaman ketika antara laki-laki dan perempuan dibatasi oleh aturan, kita bukan juga hidup didaerah pesantren ta. Strata antara laki-laki dan perempuan kini telah seimbang. Islam sudah begitu berkembang. Pacaran secara sehat menurutku sama saja seperti ta’aruf yang kamu maksud itu.”
“Pacaran secara sehat itu seperti apa kak? Apakah kak Riko mampu menmpu menjamin untuk menghindari semua hal yang biasa dilakukan dalam pacaran? Apa kak Riko bisa menghindari setan ikut campur dalam urusan dua orang yang terikat dalam hubungan yang dikatakan dengan pacaran?” Sambil tersenyum Meta mulai membuka pandangan Riko.
Riko hanya terdiam bingung.
“Menurut Meta dari awal memang islam sudah modern dan perkembangannya sudah begitu sempurna diatur dalam Al-Qu’ran. Semua aturan sudah terterang begitu jelas kak. Seorang wanita begitu telah dimuliakan oleh Allah, begitu dijaga harkat dan martabatnya dan untuk menjaga itu Allah menjaganya dengan jalan ta’aruf ini. Lagipula tidak ada seorang pun yang mampu mencegah setan masuk diantara hubungan laki-laki dan perempuan bahkan jika keduanya hanya berbincang seperti ini. Siapa yang mampu menjamin bahwa dalam pacaran tidak akan melakukan hal apapun yang dibenci Allah? Jika memang sudah berniat untuk saling mengenal secara serius dan membina hubungan yang lebih matang jalannya adalah ta’aruf bukan pacaran, itu yang Meta yakini. Sekali lagi Meta minta maaf kak.” Sambil mengambil langkah pergi.
Riko hanya terpaku melihat Meta yang telah mengambil langkah pergi. Semalaman Riko terus memikirkan apa yang sudah disampaikan oleh Meta kepada dirinya.
“Masih ada saja di jaman seperti sekarang orang yang begitu menjaga dirinya seperti dia. Tidak salah memang aku telah memilihnya sebagai pelabuhan hatiku. Memang benar apa yang telah disampaikan oleh Meta. Dia bukan seorang yang baik untuk dijadikan pacar tapi dia lebih baik dijadikan sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anakku kelak. Perempuan yang baik hanya untuk laki-laki yang baik.”
Semenjak hari itu Riko berjanji pada dirinya untuk berusaha menjadikan dirinya sosok yang pantas bersanding dengan Meta.
Setelah kejadian itu Riko mulai berfikir untuk mencari jati dirinya dan memutuskan untuk sementara waktu pergi mencari ketenangan.
“Meta” teriakan Dina memangil.
“Ada apa din?”
“Ini ada surat titipan dari Riko buat kamu.”
“Surat apa din?”
“Tidak tau, kamu baca aja sendiri. Tadi dia cuma titip surat ini sambil pamit katanya mau pergi.”
“Terimakasih din.” Sambil membuka surat itu.
“Assalamuallaikum Meta. Mungkin ketika kamu menerima surat ini aku sudah pergi. Semester ini kuliahku juga sudah selesai. Jujur aku malu ingin bertemu dengan kamu, bahkan untuk menghubungi kamu lewat telpon atau sms pun aku merasa malu, untuk itu aku menulis surat ini. Aku pergi untuk sementara karena ingin mencari jati diri ta, aku ingin membuat diriku layak bersanding dengan kamu. Aku ingin berubah menjadi laki-laki yang pantas dimata Allah untuk menjadi imammu. Terimakasih ta, kata-katamu sudah benar-benar membuka hatiku. Banyak hal yang harus aku perbaiki dalam diriku. Kamu benar memang tidak sepantasnya aku memintamu untuk menjadi pacarku jika memang aku mencintai kamu. aku akan kembali ta. Jodoh tidak akan pernah mampu lari jauh walaupun dia dipisahkan oleh jarak dan waktu. Jika memang kita berjodoh kelak kita akan bertemu diwaktu yang tepat ta. Semoga ketika aku kembali kamu masih menunggu aku. Waalaikumsalam.”
“Amin. Semoga kamu bisa menjadi lebih baik kak. Aku selalu berdoa untuk kebaikkan mu.” Doanya dalam hati sambil tersenyum lega mendengar kabar baik itu.
“Kenapa kamu ta, senyum-senyum sendiri?” Tiba-tiba Nadin muncul di jendela kamarnya sambil tertawa menggoda Meta.
“Hmm.. Ta aku pinjam kerudung donk soalnya kerudungku masih di laundri.
“Masuk deh. Memangnya mau kemana kamu?”
“Aku mau keluar sama Viky nanti sore.” Katanya sambil tersenyum malu.
“Viky? Kamu beberapa minggu ini rajin sekali din keluar sama dia? Hati-hati din, aku cuma khawatir sama kamu, aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk dengan kamu. Aku lihat Viky dikampus tidak begitu baik sikapnya, dia sering mengoda wanita-wanita dikampus. Aku harap kamu bisa jaga diri dan jangan sampai salah memilih teman.”
“Iya ta, aku tahu kok tapi dia berjanji akan berubah ta. Dia bilang ingin serius dengan ku.”
“Apa maksud kamu dengan serius?” Tanyanya bingung.
“Maaf ya ta, kalau aku belum cerita sebenarnya aku sudah pacaran dengan dia satu minggu ini. Aku tidak bilang sama kamu karena aku takut kamu bakal marah. Maaf sekali ta, tapi aku janji tidak akan melakukan hal apapun yang memang tidak seharusnya dilakukan. Janji! Kamu jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.” Katanya sambil meyakinkan.
“Aku hanya berharap kamu bisa jaga diri din. Aku sudah berkali-kali melarang tapi hasilnya kamu justru marah dan mogog ngomong sama aku. Harapanku hanya kamu bisa jaga dirimu baik-baik.”
“Siap Meta, aku pasti akan jaga diri.” Sambil mengambil baju.
Satu jam berlalu. Tiba-tiba terdengar teriakan dari luar.
“Nadin… Vika… Ditunggu orang diluar.”
“Iya sebentar teriak mereka dari dalam kamar.”
Vika adalah seorang teman kos juga. Dulu Vika juga begitu dekat dengan mereka berempat, hanya saja semakin lama Vika semakin sibuk dan mulai menjauh dari mereka, bahkan anak kos yang lain. Vika terlalu sering pergi, sehingga jarang terdengar kabarnya dikos.”
“Assalamuallaikum. Berangkat dulu ya.” Teriak mereka berdua secara bersama-bersama.
“Wa’allaikumsalam. Hati-hati din, vit.” Jawab salam dari Meta dan Vita yang sedang didalam kamar.
Baru saja nadin dan vita keluar dari pintu kos, terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat dari luar kamar. Tiba-tiba datang Dina dengan heboh masuk kedalam kamar.
“Kalian tahu tidak Vita tadi pagi habis dimarahin ibu kos soalnya semalem dia habis pulang malem lagi. Kemarin itu aku lihat dia berangkat sama cowok yang sering jemput dia itu. Baru tadi pagi dimarahin ibu, sekarang sudah keluar lagi. Itu anak hampir setiap hari keluar sama cowok itu. Pacaran mulu.”
“Hei dilarang hibah, siapa tahu dia pulang malam karena memang ada urusan yang sangat penting dan laki-laki yang sering menjemput itu temannya atau saudaranya.” Sahut Meta.
“ Nggak tahu ini orang kok ngosip mulu kerjaannya.”
“Ya maaf, tapi kan bukan gosip itu fakta kali.”
“Sudah-sudah daripada kita nambah dosa, bagaimana kalau kita sekarang cari makan. Soalnya tugasku masih numpuk banget, jadi semakin cepat makan, semakin cepat aku menyelesaikan tugas-tugasku ini.” Kata Vita dengan berdiri mengajak mereka makan.
“Ayo deh.” Sahut Meta.
Mereka berangkat untuk mencari makan. Beberapa menit kemudian mereka pulang dengan membawa beberapa bungkus makanan dan snack untuk menemani mereka mengerjakan tugas. Mereka memang sudah biasa makan dan mengerjakan tugas bersama di salah satu kamar.
Waktu menunjukkan semakin larut malam namun Nadin belum juga pulang.
“Vit, sudah malam kok Nadin belum pulang ya?” Tanya Meta.
“Iya sih, coba aku telfon dulu, kamu sms dia ya!” Sambil mereka berdua sibuk dengan handphonenya untuk menghubungi Nadin.
“Nomernya tidak aktif ta.” Kata Vita sambil khawatir.
“Iya. Dina mana? Apa kita keluar cari Nadin ya? Aku takut ada apa-apa sama dia.”
“Kenapa cari aku?”
“Nadin belum pulang. Bagaimana kalau kita keluar cari Nadin?”
“Ya sudah ayo, kalian siap-siap, biar aku minta kunci sama ijin ke ibu.”
Mereka bertiga berkeliling mencari Nadin. Hampir satu jam mereka mencari Nadin namun belum juga ketemu.
“Vit, vit berhenti, itu Nadin bukan sih?”
“Mana ta? Itu, coba berhenti.” Sambil berhenti. Kemudian Meta dan Dina segera berjalan menuju ke arah seorang wanita sedang duduk sambil menangis. Karena merasa yakin bahwa itu Nadin, mereka bertiga berlari menuju ke arah wanita itu duduk.
“Nadin? Nad, kenapa kamu nangis disini? Kami itu khawatir sama kamu.”
“Ayo kita pulang sekarang saja, nanti dikos baru dijelaskan.”
Sampai dikos mereka menenagkan Nadin yang terus menangis.
“Ini nad minum dulu. Jangan nangis terus, coba ngomong ada apa?” Sambil memberikan segelas air putih kepada Nadin.
“Ta, kamu benar Viky itu cowok kurang ajar ta.” Sambil terus menangis.
“Ada apa nad? Coba cerita pelan-pelan jangan nangis, tenang.”
“Dia ta, dia tadi berlaku kurang ajar sama aku. Dia mau berbuat macam-macam sama aku.” Sambil semakin menangis tersedak-sedak.
“Tapi kamu tidak apa kan? Kurang ajar sekali itu orang. Awas aja, kita buat perhitungan besok sama dia!” Nada marah Vita.
“Sudah, tenang. Vita juga, kita tidak perlu kita turun tangan. Yang penting Nadin baik-baik saja sekarang. Ini jadi pelajaran buat kamu, buat kita semua untuk lebih hati-hati. Allah kali ini masih sayang sama kamu nad. Jangan buat Allah kecewa lagi dengan sikap kamu! Sekarang lebih baik kamu sholat, kemudian istirahat. Sudah tidak apa, tenangkan dirimu.”
Pagi menjelang dengan matahari bersinar terang menyilaukan. Tiba-tiba Dina berteriak keras dari luar.
“Meta, Nadin, Vita, bangun sekarng cepat! cepat!” Pangilnya sambil mengetuk pintu setiap kamar keras.
“Ada apa sih?” Jawab Vita, Nadin dan Meta sambil membuka pintu, berjalan menuju kamar Dina dengan sempoyongan.
“Bangun! Vika.. Vika hamil!” Seketika Vita, Meta dan Nadin yang masih terlihat mengantuk tersentak kaget. Rasa kantuk serasa hilang.
“Astafirullah. Kamu dapat kabar seperti itu darimana? Gosip itu!” Sahut Meta.
“Gosip apa? Ibu tadi pagi nemuin testpek di kamar mandi. Setelah ditanya ternyata punya Vika. Dia nangis-nangis tadi waktu ditanya ibu.”
“Terus dia bagaimana sekarang? Dia dimana?” Tanya Vita.
“Dia tadi dipangil abah.” Sambil mereka tercengang serasa tidak percaya.
Tiba-tiba Nadin memeluk Meta, Vita dan Dina.
“Aku benar-benar bersyukur ada kalian. Untung saja aku tidak sampai seperti itu. Terimakasih untuk selalu mengingatkan aku. Maaf untuk semua sikapku selama ini.”
“Akhirnya kamu mengertikan? Itu sebabnya Allah melarang pacaran dan memberikan jalan ta’aruf untuk saling mengenal antara pria dan wanita. Betapa Allah menyayangi kita dan memuliakan kita sebagai wanita untuk dijaga. Mau seperti apapun dikatakan pacaran sehat dan laki-laki yang dekat itu baik, tidak akan ada seorang pun yang mampu menjamin bahwa tidak akan ada setan yang ikut campur. Lagipula jika memang laki-laki itu mempunyai itikat baik kepada seorang wanita maka laki-laki itu akan memuliakan wanita dengan menjaga hubungannya lewat ta’aruf bukan malah mengajak pacaran. Ini menjadi pelajaran untuk kita semua. Kalian mengertikan sekarang maksudku? Bukan aku tidak senang jika kalian senang tapi aku hanya menjaga kalian. Bukan juga aku yang sok melarang kalian, itu semua adalah cara Allah untuk menjaga kita sebagai wanita.”
Satu tahun berlalu setelah Riko pergi. semenjak hari itu banyak hal tidak sama lagi dari Meta, banyak hal berubah dan mulai dipahami. Seperti halnya hati Meta, yang tidak dengan mudah bisa dimengerti dan dipahami. Meta terus menunggu Riko kembali seperti yang Riko telah minta.
“Assalamuallaikum Meta.” Salam dari seorang laki-laki yang tiba-tiba berdiri didepan kos Meta”
“Wa’allaikumsalam. Kak Riko?” Dengan wajah kaget melihat Riko didepan kos.
“Iya ta, aku Riko.” Jawabnya sambil tersenyum.
“Kamu mau ke kampus? Mau aku antar naik motor?” Tanyanya sambil tersenyum.
“Meta bisa jalan saja kak.”
“Wanita ini masih sama, masih begitu menjaga martabatnya dan begitu takut jika Allah marah kepadanya. Betapa dia wanita yang istimewa. Berarti aku memang tidak salah menempatkan hatiku untuk mencintainya. Ya Allah jika memang dia diperkenankan sebagai makmum yang menata keluarga ku kelak maka lancarkanlah jalanku untuk menuju hatinya tanpa mengurangi sedikit pun porsi untukmu kepadaku. Jika dia memang tulang rusuk yang diciptakan dari bagian tubuhku maka jagalah dia, hatinya dan pandangannya ya Allah, selama memang waktu belum tepat untukku menjadi imamnya. Begitu pula kepadaku. Dan jika memang saat ini takdir telah menempatkan waktu yang tepat antara diriku dan dia biarkan kami menjadi satu dalam sebuah ikatan yang halal. Sehingga mudah kan jalan kami berdua dalam mencapai kebaikan. Amin.” Doanya dalam hati.
“Aku kembali ta, menepati semua janjiku ke kamu.”
“Alhamdulillah.” diucapkan dari dalam hati Meta.
Meta benar-benar terlihat senang melihat Riko telah benar-benar berubah. dari awal hati Meta telah memilih Riko sebagaimana hati Riko memilih Meta. Kini takdir benar-benar menunjukkan waktunya yang tepat. Satu tahun penantian yang bukan panjang dan bukan pula sebuah penantian singkat.
“Aku tahu ta. Ta, aku kesini hanya ingin bilang bahwa aku telah menemui ayahmu bersama orang tuaku. Aku telah menepati janjiku.” Katanya sambil tersenyum.
Meta pun membalas senyum manis itu dengan sebuah tatapan malu dan bahagia. Meta adalah bagian takdir yang telah digariskan kepada Riko untuk menjadikan hidupnya berkah dan sempurna. Mereka diciptakan untuk hatinya saling menyatu, pandangannya saling menjaga dan diciptakan untuk saling melengkapi satu sama lain. Saling memiliki ikatan jodoh, bertemu dalam suatu ikatan halal yang dikatakan pernikahan. Dijadikan makmum lah Meta bagi Riko. Cinta yang indah dengan sebuah penantian berbuah manis diakhir kisahnya. Pada akhirnya Riko dan Meta memperkuat hubungan mereka dengan ta’aruf yang menjaga hubungan tanpa dipengaruhi setan dan memuliakan seorang wanita. Ta’aruf ini berjalan 3 bulan dan akhirnya mereka menikah setelah Riko memegang toga. Ta’aruf tersenyum pada penantiannya. Bukan nafsu yang berbicara pada cinta yang nyata tapi ikhlas dan tawakallah yang membawa cinta pada surga.
Cinta sempurna bukan dari pasangan yang sempurna, tapi cinta sempurna datang dari  pasangan yang mampu melengkapi dalam sebuah cerita yang indah untuk di bawa menuju surga. Cinta tidak pernah diciptakan sempurna, tapi cinta selalu ditakdirkan untuk menjadi sempurna. Bukan cinta yang memberi alasan tapi alasan yang memberikan cinta. Bukan masalah ketika kita bertahan untuk sebuah cinta, tapi bukan hanya cinta kepada sesama manusia yang lebih diutamakan. Cinta bukan hanya sekedar mencari rasa, atau kebahagiaan sesaat, tapi cinta harus memberikan kebahagiaan sempurna sampai mencapai surga. Tidak pernah salah ketika kita mencintai sesama manusia, lawan jenis kita, karena itu adalah fitrah dalam diri setiap manusia, yang salah adalah ketika kita mencintai manusia melebihi kita mencintai sang pencipta kita dan membiarkan Allah cemburu karenanya.

Oleh: Norma Hidayah, Malang Jawa Timur

sumber

Sabtu, 02 April 2016

TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 2

Jelaskan pengertian penalaran, evidensi, proposisi, inferensi dan implikasi!

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan sejenis juga akan terbentuk proposisi sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam menalar terdapat 2 jenis metode menalar yaitu, deduktif dan induktif.  

Wujud Evidensi

Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.
Akan tetapi pengertian evidensi ini sulit untuk ditentukan secara pasti, meskipun petunjuk kepadanya tidak dapat dihindarkan. Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi.

Proporsisi

Proposisi adalah istilah yang digunakan untuk kalimat pernyataan yang memiliki arti penuh dan utuh. Hal ini berarti suatu kalimat harus dapat dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar tidaknya. Singkatnya, proposisi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang dapat dinilai benar atau salah.
Dalam ilmu logika, proposisi mempunyai tiga unsur yakni:

Subjek, perkara yang disebutkan adalah terdiri dari orang, benda, tempat, atau perkara.
Predikat adalah perkara yang dinyatakan dalam subjek.
Kopula adalah kata yang menghubungkan subjek dan predikat

Contoh
Kalimat Semua manusia adalah fana, Kata semua dalam kalimat tersebut dinamakan dengan pembilang. Kemudian kata manusia berkedudukan sebagai subyek, sedang adalah merupakan kopula. Adapun predikat disini diwakili oleh kata fana.

Inferensi

Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Dalam inferensi terdapat 2 jenis inferensi yaitu, langsung dan tidak langsung.

Inferensi langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya.
 Contoh
Bu, besok temanku berulang tahun. Saya diundang makan malam. Tapi saya tidak punya baju baru, kadonya lagi belum ada.
Maka inferensi dari ungkapan tersebut , bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.

Inferensi tidak langsung

Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua atau lebih premis. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi lama.

Contoh:
A : Saya melihat ke dalam kamar itu.
B : Plafonnya sangat tinggi.
Sebagai missing link diberikan inferensi, misalnya:
C: kamar itu memiliki plafon

Implikasi

Implikasi diwujudkan dengan pernyataan “jika-maka”. Implikasi adalah suatu pernyataan logika yang hanya akan bernilai salah ketika sebab bernilai benar  dan akibat bernilai salah.
Tetapi kita harus ingat kalau “jika A maka B” tidak sama dengan “jika B maka A” karena alur implikasi hanyalah berjalan satu arah saja.
Contoh
“Jika lampu merah menyala maka kendaraan bermotor akan berhenti”
kalimat diatas tidak akan sama dengan :
“Jika kendaraan bermotor berhenti maka lampu merah menyala”

Bagaimana cara menguji data, fakta dan menilai autoritas?

Cara Menguji Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.
Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sedangkan instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah untuk diolah atau dianalisis. Terdapat 5 metode untuk menguji data yaitu Tes Tes merupakan susunan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, ketrampilan, intelegensia atau kemampuan yang dimiliki oleh individu atau kelompok.Ditinjau dari sasaran atau objek yang dievaluasi, maka dibedakan adanya beberapa macam tes atau alat ukur lain. Dalam menggunakan metode tes, peneliti menggunakan instrument berupa soal-soal tes, dan soal tes terdiri dari banyak butir tes yang masing-masing mengukur satu jenis variable.

Angket (kuesioner)

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Kuesioner dapat dibedakan atas beberapa jenis tergantung dengan sudut pandang tertentu.

Interview

Interview sering juga disebut dengan wawancara atau kuesioner lisan adalah merupakan dialog yang dilakukan oleh pewawancara kepada responden untuk menggali informasi.

Observasi

Didalam pengertian psikologi, observasi atau pengamatan adalah merupakan seluruh kegiatan pengamatan terhadap objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi observasi dapat dilakukan dengan penciuman, penglihatan, pendengaran, peraba dan pengecap. Pengamatan dengan menggunakan indra disebut pengamatan langsung.
Di dalam penelitian observasi dapat dilakukan dengan menggunakan tes, kuesioner, rekaman gambar, rekaman suara dan lain-lain.

Dokumentasi

Dokumentasi, berasal dari kata dokumen yang artinya semua barang-barang yang yang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi , peneliti menyelidiki benda benda tertulis seperti buku, notulen rapat, catatan, peninggalan benda purbakala yang merupakan symbol symbol atau gambar. instrumen dalam penelitian mempunyai kedudukan yang sangat penting karena benar tidaknya data yang dikumpulkan akan tergantung dari baik tidaknya instrument pengumpul data. Setelah instrument dirancang maka sebelum digunakan sebaiknya peneliti melakukan uji coba lebih dulu untuk mengetahui apakah responden bisa memahami pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. 

Cara Menguji Fakta

Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.

Konsisten

Konsistensi dalam ilmu logika adalah teori konsistensi merupakan sebuah sematik dengan sematik yang lainnya tidak mengandung kontradiksi. Tidak adanya kontradiksi dapat diartikan baik dalam hal semantik atau berhubung dengan sintaksis. Definisi semantik yang menyatakan bahwa sebuah teori yang konsisten jika ia memiliki model; ini digunakan dalam arti logika tradisional Aristoteles walaupun dalam logika matematika kontemporer terdapat istilah satisfiable yang digunakan

Koherensi

Koherensi merupakan pengaturan secara rapi kenyataan dan gagasan, fakta, dan ide menjadi suatu untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang dihubungkannya. Ada beberapa penanda koherensi yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya penambahan (aditif), rentetan (seri), keseluruhan ke sebagian, kelas ke anggota, penekanan, perbandingan (komparasi), pertentangan (kontras), hasil (simpulan), contoh (misal), kesejajaran (paralel), tempat (lokasi), dan waktu (kala)

Cara Menilai Autoritas

Menghindari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan atau hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :

Tidak mengandung prasangka.

Pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli ata didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.

Pengalaman dan pendidikan autoritas.

Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.

Kemashuran dan prestise.

Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.

Koherensi dengan kemajuan.

Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.

Mengapa penalaran menjadi komponen penting dalam menyusun sebuah penelitian? Jelaskan menurut anda!

karna penalran adalah suatu proses berpikir dengan menghubung-hubungkan bukti, fakta atau petunjuk menuju suatu kesimpulan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses berpikir yang sistematik dalan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli.

Jelaskan perbedaan berfikir deduktif dan berfikir induktif. Dan masing-masing berikan contoh!

Penalaran Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian  khusus.

Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah usus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Penalaran Induktif

Paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh :
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Senin, 16 November 2015

Bahasa Indonesia 1

Ada Pepatah Mengatakan "Bahasa Lebih Tajam Dari sebilah Pedang". Artinya


Pengertian bahasa sendiri yaitu merupakan alat komunikasi yang merupakan system lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap, dan saya dapat menyimpulkan maksud pribahsa yang mengatakan bahwa bahasa lebih tajam dari sebilah pedang adalah segala tuturkata yang terucap secara sengaja atau tidak sengaja yang dapat menimbulkan ketidaksamaan makna hingga dapat menimbulkan luka dihati pendengarnya.
Hanya dengan sekejab kita dapat membuat luka dihati orang lain yang mungkin takan terlupakan hanya dengan sepatah kata yang terucap .Sehingga kita harus berfikir sebelum kita mengungkapkan apa yang ingin kita ungkapkan agar tidak melukai hati seseorang karena ucapan anda bisa menjadi senjata yang akan menyerang anda sendiri.

Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat / keluarga


Indonesia mempunyai bahasa daerah kurang lebih berjumlah 746 bahasa, dan hanya punya bahasa pemersatu, bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Tetapi Bahasa Indonesia itu sendiri yang sesuai EYD hanya dipakai untuk penulisan seperti karya ilmiah,proposal, skripsi, dan lain lain. Untuk di kalangan keluarga bahasa yang biasa digunakan adalah bahasa daerah masing-masing.
Penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat jarang ada yang menggunakannya dengan baik, bahkan mungkin tidak ada. Karena jika dilakukan untuk berkomunikasi secara verbal dan menggunakan penggunaan bahasa yang sesuai EYD dianggap kaku dan aneh. Maka dari itu masyarakat menggunakan bahasa yang sudah biasa mereka gunakan dengan pergaulannya masing-masing.
Tidak sedikit juga dari mereka yang menggunakan bahasa pergaulannya dengan benar alias berantakan. Untuk kalangan muda banyak yang menggunakan bahasa pada sosial media seperti facebook, twitter, dan lain lain dengan menggabungkan huruf dan angka, dan mengkombinasikan katanya dengan huruf besar dan kecil yang orang-orang sebut dengan bahasa alay.

Kelemahan dan Kelebihan penggunaan bahasa Indonesia

Kelebihan :

  • Bisa digunakan untuk membuat tulisan, karya ilimiah, proposal, skripsi, dan lain lain.
  • Bisa berkomunikasi dengan baik dan benar
  • Bahasanya lebih terstruktur dari bahasa-bahasa di negara lain
  • Karena Bahasa Indonesia sudah diakui di banyak negara, maka banyak negara yang mulai menggunakan bahasa ini, bahkan kurang lebih di 45 negara seperti Australia, Kanada, bahkan Amerika sudah mulai ada yang mengajarkan bahasa Indonesia.

Kekurangan :

  • Bahasa ini termasuk bahasa yang sulit dipelajari, karena itu bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tersulit ke-3 di Asia
  • Ada ungkapan-ungkapan yang digunakan seperti meja hijau, hati, tangan kanan, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut
  • Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya seperti penggunaan EYD, penulisan kalimat yang baku, penggunaan kalimat majemuk, dan lain-lain.

NAMA    :ARDIANSYAH
NPM        :11113245
KELAS    :3KA27

Selasa, 26 Mei 2015

Teori Organisasi Umum 2 tugas kelompok

PERTEMUAN 9 DAN 10
TUGAS KELOMPOK
ANGOTA KELOMPOK :
ARDIANSYAH (11113245)
JOVAN REGI  (14113696)

Desain dan struktur organisasi 

A. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

     Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
  1. Formalisasi
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan
    Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. DEPARTEMENTALISASI

     Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
  1. Fungsi
  2. Produk atau jasa
  3. Wilayah
  4. Langganan
  5. Proses atau peralatan
  6. Waktu
  7. Pelayanan
  8. Alpa-numeral
  9. Proyek atau matriks

     Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
     Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
     Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
      Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
     Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI

     Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
  1. Desain Organisasi Mekanistik.
    Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
    Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
    Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
    Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
    Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
    Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
  2. Desain Orgranisasi Orgranik.
    Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
    Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
    Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
    Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
    Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
    Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
    Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D. IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.

-sumber
1.http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
2.http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum-Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html
3.http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html
4. https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/dimensi-struktur-organisasi/

silahkan download file-nya disini

PERTEMUAN 11 DAN 12
TUGAS KELOMPOK
ANGOTA KELOMPOK :
ARDIANSYAH (11113245)
JOVAN REGI  (14113696)

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

A. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

PENGERTIAN PERUBAHAN ORGANISASI

     Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.
     Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.

PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI

     Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI

Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari :
  1. Mengadakan Pengkajian
         Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
  2. Mengadakan Identifikasi
          Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
  3. Menetapkan Perubahan
         Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
  4. Menentukan Strategi
         Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
  5. Melakukan Evaluasi
        Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
    Sikap dalam menghadapi perubahan lingkungan:
    Mengadakan perubahan struktur organisasi.
    Mengubah sikap & perilaku pegawai.
    Mengubah tata aliran kerja.
    Mengubah peralatan kerja.
    Mengubah prosedur kerja.
    Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personel.

C.  PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI

     Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini.
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.
Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.
Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.
Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

D. IMPLIKASI MANAJERIAL

     Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen

Referensi:
- https://dadangpramono.wordpress.com/2013/10/27/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/
- http://lista.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22305/P+12+perubahan-pengembangan-organisasi.pdf.
- http://bondynamikaze.blogspot.com/2013/01/faktor-faktor-perubahan-organisasi.html
- https://permadiputra.wordpress.com/2012/11/26/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/

silahkan download file-nya disini

KEPEMIMPINAN

KEPEMIMPINAN

TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN

     Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.
      Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas.[3] Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

     Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain :
  • Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.

     Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, lingkungan dan kemampuan.

1. Teori-teori dalam Kepemimpinan

  • Teori Sifat
         Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. 
    Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
    • pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan;
    • sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
    • kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
  • Teori Perilaku
         Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

    • Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
    • Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain,
  • Teori Situasional
         Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah

    • Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
    • Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
    • Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
    • Norma yang dianut kelompok;
    •  Rentang kendali;
    • Ancaman dari luar organisasi;
    • Tingkat stress;
    • Iklim yang terdapat dalam organisasi

TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

     Dalam praktiknya, dari ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkembang beberapa tipe kepemimpinan; di antaranya adalah sebagian berikut (Siagian,1997).

  1. Tipe Otokratis.
         Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
  2. Tipe Militeristis
         Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
  3. Tipe Paternalistis.
          Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
  4. Tipe Karismatik.
         Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
  5. Tipe Demokratis.
         Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

     Secara implisit tergambar bahwa untuk menjadi pemimpin tipe demokratis bukanlah hal yang mudah. Namun, karena pemimpin yang demikian adalah yang paling ideal, alangkah baiknya jika semua pemimpin berusaha menjadi seorang pemimpin yang demokratis.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

     Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

Menurut Hadari (2003;70) menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam kepemimpinan adalah
  1. Adanya seseorang yang berfungsi memimpin, yang disebut pemimpin (leader).
  2. Adanya orang lain yang dipimpin
  3. Adanya kegiatan yang menggerakkan orang lain yang dilakukan dengan mempengaruhi dan pengarahkan perasaan, pikiran, dan tingkah lakunya
  4. Adanya tujuan yang hendak dicapai dan berlangsung dalam suatu proses di dalam organisasi, baik organisasi besar maupun kecil.

     Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan Davis menyimpulkan ada empat faktor yang mempengaruhi kepemimpinan dalam organisasi, yaitu :
  1. Kecerdasan : seorang pemimpin harus mempunyai kecerdasan yang melebihi para anggotanya • Kematangan dan keluasan sosial(Social manutary and breadth) : seorang pemimpin biasanya memiliki emosi yang stabil, matang, memiliki aktivitas dan pandangan yang ckup matang
  2. Motivasi dalam dan dorongan prestasi(Inner motivation and achievement drives) : dalam diri seorang pemimpin harus mempunyai motivasi dan dorongan untuk mencapai suatu tujuan
  3. Hubungan manusiawi : pemimpin harus bisa mengenali dan menghargai para anggotanya Menurut Greece, di dalam suatu organisasi, hubungan antara bawahan dengan pimpinan bersifat saling

IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

     Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern for production”. Pada dasarnya teorimanagerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan atas dua aspek tersebut, yaitu :
  • Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk mempertahankan organisasi.
  • Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
  • Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini adalah kepercayaan dan penghargaan.
  • Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu dalam organisasi.
  • Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.

Implikasi Terhadap Sistem Komunikasi Organisasi

    Dalam teori manajerial grid terdapat dua orientasi yang dijadikan ukuran yaitu berfokus pada manusia dan pada tugas. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya hubungan antar individu dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada bawahan. Sebagai seorang pemimpin, bertugas memberikan arahan serta bimbingan terhadap bawahannya, sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Implikasi teori ini terhadap system komunikasi organisasi adalah bahwa teori ini memandang pentingnya komunikasi dalam menjalankan kepemimpinan dengan lima gaya yang berbeda dari para pemimpin. Adanya orientasi terhadap dua aspek tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi harus memperhatikan hubungan antar individu satu dengan lainnya sebagai motivasi dalam mengerjakan tugas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu terjun diberbagai kalangan baik itu dengan para pimpinan lainnya, maupun dengan bawahan sebagai asset berharga organisasi. Semua ini terjalin apbila pemimpin tersebut memiliki pendekatan perilaku yang baik. Hal ini membutuhkan komunikasi yang efektif.
     Menurut Blake dan Mouton, gaya kepemimpinan team merupakan gaya kepemimpinan yang paling disukai. Kepemimpinan gaya ini berdasarkan integrasi dari dua kepentingan yaitu pekerjaan dan manusia. Pada umumnya, kepemimpinan gaya team berasumsi bahwa orang akan menghasilkan sesuatu apabila mereka memperoleh kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang berarti. Selain itu, dalam kepemimpinan gaya team terdapat kesepkatan untuk melibatkan anggota organisasi dalam pengambilan keputusan dengan maksud mempergunakan kemampuan mereka untuk memperoleh hasil yang terbaik yang mungkin dapat dicapai.

REFERENSI :
http://blog.sivitas.lipi.go.id 

silahkan download filenya disini

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi

Difinisi dan  Dasar pengambilan keputusan

   Keputusan adalah suatu tindakan pemilihan dimana pimpinan /manajer menentukan suatu kesimpulan tentang apa yang harus dilakukan atau tidak dilakukan dalam situasi tertentu. Keputusan ini dinyatakan dalam suatu bentuk kata-kata yang dirumuskan dalam suatu peraturan, perintah, intruksi, kebijakan dan dalam bentuk apa saja yang dikehendaki pimpinan. Dalam proses penyelesaian masalah manajer terlibat dalam pembuatan keputusan, yaitu tindakan memilih diantara berbagai alternative solusi pemecahan masalah. Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajeman dibutuhkan informasi yang berguna dengan tipe informasi yang berbeda untuk setiap tingkatan manajemen. Manajemen tingkat bawah, tipe informasinya lebih inci dan detail karena informasi tersebut digunakan untuk pengendalian operasi, sedangkan untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, tipe informasinya semakin tersaring atau lebih ringkas.
    Ada beberapa pengertian pengambilan keputusan menurut para ahli yaitu :
  • Max (1972), Decision Making is commanly difined as choosing from among alernatives (pengambilan keputusan merupakan pemilihan dari beberapa alternatif).
  • Shull (1970:67) mengemukakan bahwa pengambilan keputusan merupakan proses kesadaran manusia terhadap fonumena individual maupun sosial berdasarkan kejadian faktual dan nilai pemikiran, yang mencakup aktivitas perilaku pemilihan satu atau bebrapa alternatif sebagai jalan keluar untuk memecahkan masalah yang dihadapi.George R Terry dalam Igbal Hasan (2002:9), Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
  • S.P Siagian dalam Iqbal Hasan (2002:10), Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi  dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

   Dari beberapa pengertian pengambilan keputusan di atas  dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah sebuah hasil dari pemecahan masalah, jawaban dari suatu pertanyaan sebagai hukum situasi, dan merupakan pemilihan dari salah satu alternatif-alternatif yang ada, serta pengakhiran dari  proses pemikiran tentang masalah atau problema yang dihadapi, adapun hasil dari pengambilan keputusan adalah keputusan(decision) .
Teori pengambilan keputusan menekankan bahwa terdapat tujuh langkah yang harus ditempuh, yaitu:
  1. Identifikasi permasalahan yang dihadapi
        Ada ungkapan yang mengatakan bahwa suatu “permasalahan yang sudah dikenali hakikatnya dengan tepat sesungguhnya sudah separo terpecahkan.” Ungkapan ini mempunyai tiga implikasi, yaitu:
    • Bahwa mutlak perlu mengenali secara mendasar situasi problematik yang menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan organisasi atau perusahaan.
    • Pengenalan secara mendasar berarti “akar” penyebab timbulnya ketidakseimbangan harus digali sedalam-dalamnya.
    • Mengambil keputusan tidak boleh puas hanya dengan diagnosis gejala-gejala yang segera tampak. Jika hanya gejala yang diidentifikasikan, sangat mungkin “terapinya” pun hanya mampu menghilangkan gejala tersebut. Padahal yang harus dihilangkan adalah “sumber penyakitnya”.
  2. Pengumpulan data
    Berangkat dari pandangan bahwa pengambilan keputusan memerlukan dukungan informasi yang lengkap, mutakhir, dapat dipercaya, dan diolah dengan baik. Berarti bahwa dalam pengumpulan data ada tiga hal yang mutlak mendapat perhatian, yaitu:
    • Pentingnya menggali data dari semua sumber yang layak digali, baik secara internal maupun secara eksternal. Dari segi inilah harus dilihat pentingnya akses bagi para pengolah data terhadap semua sumber data.
    • Pentingnya untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan permasalahan yang hendak diatasi.
    • Bahwa mutu data yang dikumpulkan haruslah setinggi mungkin sehingga informasi yang dihasilkan akan bermutu tinggi pula.
  3. Analisis data
    Analisis data harus mampu menunjukkan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu, analisis data diarahkan pada pembentukan persepsi yang sama diantara berbagai pihak tentang arti data yang dimiliki, dengan demikian memberikan interpretasi yang sama tentang data tersebut.
  4. Analisis berbagai alternatif
    Salah satu tantangan yang dihadapi dalam mengambil keputusan ialah menemukan jawaban yang paling tepat terhadap pertanyaan: Apakah dalam mengambil keputusan harus selalu terdapat berbagai alternatif? Pertanyaan ini penting karena jika seorang pengambil keputusan dihadapkan kepada hanya satu alternatif dan ia memutuskan untuk menggunakan alternatif tersebut, yang bersangkutan sudah mengambil keputusan. Bahkan teori pengambilan keputusan mengatakan bahwa jika seseorang memutuskan untuk tidak mengambil keputusan, tindakannya itu adalah pengambilan keputusan juga.
  5. Pemilihan alternatifJika dilakukan dengan cermat, analisis berbagai alternatif akan “memberi petunjuk” tentang alternatif yang sebaiknya digunakan karena akan membuahkan solusi yang paling efektif. Alternatif di pilih dengan demikian, merupakan alternatif yang tampaknya paling baik. Pengalaman mengambil keputusan di masa lalu dan keyakinan bahwa keputusan yang diambil adalah keputusan yang terbaik.
  6. Implementasi (pelaksanaan)Apakah alternatif yang dipilih merupakan pilihan yang terbaik atau tidak diuji pada waktu digunakan dalam arti mampu tidaknya menghilangkan situasi permasalahan dan apakah permasalahan yang dihadapi tersebut dapat dipecahkan secara efektif atau tidak.
  7. Evaluasi (penilaian)
    Hasil pelaksanaan memerlukan penilaian yang objektif, rasional dan berdasarkan tolok ukur yang baku. Seperti dimaklumi, hasil penilaian dapat menunjukkan bahwa hasil yang di capai melampaui harapan, sekedar sesuia dengan sasaran atau kurang dari sasaran. Kesemuanya itu menjadi bahan penting dalam mengelola organisasi atau perusahaan di masa depan.

Jenis –jenis keputusan Organisasi

     Ditinjau dari struktur organisasi, jenis-jenis keputusan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
  • Keputusan administratif
    Adalah keputusan yang diambil oleh seorang administrator atau manajer puncak sebagai pucuk pimpinan organisasi. Keputusan ini bersifat umum dan menyeluruh, berfungsi sebagai landasan bagi kebijakan-kebijakan dan keputusan teknis operasional oleh organisasi secara keseluruhan.
  • Keputusan eksekutifAdalah keputusan yang diambil manajer eksekutif. Kedudukan manajer eksekutif secara umum berada diantara manajer administratif dan manajer operasional. Jadi tugas manajer eksekutif adalah menerjemahkan gagasan-gagasan manajer administratif dan mengkoordinasi fungsi-fungsi dalam organisasi untuk melaksanakan gagasan-gagasan tersebut.
  • Keputusan operasional
    Adalah keputusan yang diambil oleh seorang manajer operasioanl dalam rangka pelaksanaan gagasan, arahan, dan kebijakan manajer diatasnya disesuaikan dengan sistem koordinasi yang dikembangkan oleh manajer eksekutif.
     Dari sistem informasi pendukung keputusan, baik yang terotomasi maupun yang bersifat manual, pada dasarnya pembuat keputusan dapat mengambil banyak manfaat besar, antara lain:
  1. Pengambilan keputusan yang rasional
    Ialah proses pengambilan keputusan yang lebih menekankan pada pengujian alternatif tindakan berdasarkan fakta atau informasi yang jelas dan bukan hanya berlandaskan pada dugaan subjektif dan dorongan emosional. Akal sehat (common sense) memang sangat diperlukan di dalam pengambilan keputusan, tetapi pemakaian akal sehat itu hendaknya disertai dengan informasi, argumen, dan landasan yang jelas. Maka pengambilan keputusan rasional berproses melalui beberapa tahapan, antara lain: identifikasi dan perumusan masalah, rumusan alternatif pemecahan masalah, pertimbangan mengenai akibat dan konsekuensi yang mungkin terjadi, dan akhirnya pemilihan kebijakan atau strategi sesuai dengan tujuan.
  2. Peramalan (forecasting)
    Pengambilan keputusan dalam banyak hal menyangkut perencanaan atau persoalan-persoalan yang terjadi di masa yang akan datang. Data dan informasi yang tepat akan dapat menjadi landasan bagi tugas-tugas peramalan mengenai hal-hal yang akan terjadi. Tujuannya adalah mengendalikan apa yang mungkin terjadi sehingga keadaan yang tercipta sesuai dengan kehendak pengambil keputusan. Peramalan yang dihasilkan berdasarkan data dan informasi itu secara umum dapat dibedakan menjadi tiga yang berurutan menurut intensitas pemakaian informasinya, yaitu sebagai berikut:

    • Conjecture (konjektur, dugaan), peramalan yang lebih banyak menggunakan penilaian subjektif dan data kualitatif
    • Prediksi, peramalan yang menggunakan kerangka teori dan inferensi data sebagai landasan
    • Proyeksi, peramalan yang menggunakan ekstrapolasi kecenderungan (trend extrapolation) sebagai landasan
  3. Membandingkan alternatif tindakanData dan informasi yang baik akan merupakan landasan yang kuat untuk mengidentifikasi berbagai rangkaian tindakan yang dapat dilaksanakan. Selanjutnya pengambil keputusan dapat membandingkan alternatif tindakan mana yang paling mungkin dan paling tepat untuk dilaksanakan. Variasi teknik di dalam membuat keputusan optimal demikian banyak. Dan informasi yang lengkap akan memungkinkan pembuat keputusan untuk membuat berbagai bentuk simulasi hasil keputusan sebelum alternatif tindakan itu sendiri ditetapkan.
  4. Membuat analisis dampakInformasi pendukung keputusan akan bermanfaat untuk melakukan analisis dampak dari kebijakan-kebijakan yang hendak diterapkan. Yang perlu disadari oleh para pembuat keputusan, ialah bahwa dalam setiap pelaksanaan keputusan akan selalu terdapat implikasi terhadap kelompok masyarakat tertentu. Dengan demikian setiap dampak dari sebuah kebijakan baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung harus senantiasa mendapat perhatian dari pembuat keputusan.
  5. Membuat model
    Secara sederhana yang disebut pembuatan model (modelling) adalah upaya untuk menggambarkan realitas dengan menggunakan berbagai bentuk replika yang lebih padat dan yang lebih ringkas. Oleh karena itu model dapat berupa rumusan matematis, uraian verbal, presentasi grafis atau geometris, dan sebagainya. Sesuai dengan tingkat pengembalian keputusan, suatu model dapat berbentuk sederhana, hanya menggambarkan sebuah aspek atau komponen situasi, tetapi juga dapat berbentuk sangat kompleks jika akan diusahakan untuk menggambarkan sistem sosial ekonomi secara keseluruhan.
       Karena biasanya model relatif lebih ringkas dan mudah dipahami, model dapat dimanfaatkan untuk membantu peramalan, membandingkan alternatif tindakan yang bisa dilaksanakan, dan menggambarkan situasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh pembuat keputusan.

   Keputusan yang dibuat oleh Organisasi
Kelebihannya antara lain :
  • Hasil pemikiran beberapa orang akan saling melengkapi
  • Pertimbangannya akan lebih matang
  • Jika ada kesalahan pada pengambilan keputusan tersebut, beban ditanggung secara bersama.
Kelemahannya antara lain :
  • Ada kemingkinan terjadi perbedaan pendapat
  • Biasanya memakan waktu lama dan berlarut-larut karena terjadi perdebatan-perdebatan
  • Rasa tanggung jawab masing-masing berkurang, dan ada kemungkinan saling melemparkan tanggung jawab jika terjadi kesalahan


Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengambilan keputusan menurut Terry, yaitu :
  • Hal-hal yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang emosional maupun yang rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
  • Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Setiap keputusan jangan berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi harus lebih mementingkan kepentingan organisasi.
  • Jarang sekali pilihan yang memuaskan, oleh karena itu buatlah altenatif-alternatif tandingan.
  • Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental dari tindakan ini harus diubah menjadi tindakan fisik.
  • Pengambilan keputusan yang efektif membutuhkan waktu yang cukup lama. 
  • Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Setiap keputusan hendaknya dilembagakan agar diketahui keputusan itu benar.
  • Setiap keputusan merupakan tindakan permulaan dari serangkaian kegiatan mata rantai berikutnya.


Implikasi manajerial

      Dalam suatu organisasi besar, kecil atau perusahaan, dalam menyusun rencana kerja yang dapat melibatkan banyak pihak, baik pihak internal maupun eksternal seharusnya diambil dengan keputusan kesepakatan yaitu dengan menjalan kan koordinasi dalam menentukan keputusan.
     Dalam mengambil keputusan ada beberapa metode yakni kewenangan tanpa diskusi, pendapat ahli, kewenangan setelah diskusi, dan kesepakatan. Dalam hal genting atau terdesak seorang pimpinan dapat saja mengambil keputusan dengan metode kewenangan didasarkan oleh keadaan yang terdesak dan telah memikirkan dan mempertimbangkan keputusannya tersebut sehingga memperkecil kekacauan yang disebabkannya. Namun apabila dalam pengambilan keputusan suatu permasalahan yang rumit dan besar seperti perancangan rencana kerja dsb. Sebaiknya di gunakan metode kesepakan dengan koordinasi yang tepat agar hasilnya tepat, cepat, dan akurat sehingga pekerjaan atau yang lainnya dapat diselesaikan dengan baik dan tanpa masalah dan tidak mengundang kesalahpahaman di dalam organisasi.
     Contoh kasusnya suatu perusahaan diberikan kepercayaan untuk menjalankan suatu project yang berjalan selama satu bulan. Dan ternyata saat project sedang berjalan di tengah-tengah proses, terjadi permasalahan kekurangan personil untuk mengatasi project tersebut dan dikhawatirkan project tidak akan selesai pada tenggat waktu yang telah ditentukan dan waktunya semakin mepet, maka untuk memperlancar project tersebut pimpinan dapat memutuskan untuk menambahkan personilnya untuk memperlancar project tersebut walaupun akan ada pengeluaran tambahan untuk pengiriman personil tersebut bagi organisasi tersebut.


Sumber :
Konsep Pengambilan Keputusan untuk SIM-d_Santanamoza.htm
Peranan SIM dalam Pengambilan Keputusan dalam Pendidikan_Habibahsmart.htm
Sistim Pengambilan Keputusan_Tito Egy Abditama.htm
http://santimaya123.blogspot.com/2013/11/pengambilan-keputusan-berbasis-sim.html
http://adipsi.blogspot.com/2010/06/pengambilan-keputusan.html
http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47086072101/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi
http://www.academia.edu/5189671/Proses_Pengambilan_Keputusan_dalam_Budaya_Organisasi_Decision_Making_Process_in_Organizational_Culture_DISUSUN_OLEH_Abdur_Razzaq_EKM_Faradilla_EKM_Farah_Fandina_EKM_Panetir_Bungkes_EKA_

silahkan download filenya disini